Enter your keyword

Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD)

 

This slideshow requires JavaScript.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai wujud tugas dan fungsi pokok dosen dalam mewujudkan tridarma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat. Tema yang diangkat adalah Pengembangan LPK (Lembaga Kursus dan Pelatihan) Sulaman dan Bordir sebagai produk desain interior di Kota Payakumbuh.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama diawali dengan melakukan survey dan pengambilan data ke lokasi pengabdian serta dinas terkait. Setelah melakukan serangkaian proses diskusi maka ditetapkanlah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Limos sebagai sasaran. Lembaga ini dipilih karena merupakan lembaga yang telah berbadan hukum, memiliki jumlah tenaga jahit, sarana dan prasarana serta pemasaran yang perlu dikembangkan.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilanjutkan dengan mengadakan workshop sulaman dan bordir yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18 April sampai dengan 20 April 2019 dimulai pukul 08.00 wib – pukul 17.00 wib. Kegiatan dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)  Kota Payakumbuh, diawali dengan pembukaan kegiatan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Bapak Drs.H.AH.Agustion SPd.

Tim pengabdian melaksanakan kegiatan workshop tersebut dengan memberikan materi dengan topik mengapa berwira usaha oleh Mitayani,SST.M.Biomed. Inovasi Desain Motif oleh Nofrita, usaha sulaman dan bordir dari segi kesehatan oleh Ns.Febriyanti, S.Kep.M.Kep serta menambahkan beberapa materi serta narasumber dari tenaga ahli yaitu dari Kepala Sanggar Kegiatan Belajar Kota Payakumbuh dengan topik Wirausaha, serta nara sumber ahli yaitu ibu Neliyarti, MPd yang telah meraih juara nasional dalam kreativitas sulaman dan bordir serta sebagai kepala lembaga sulaman dan bordir Ida di Batusangkar Sumatera Barat.

Topik-topik yang disampaikan adalah tentang Tekhnik dasar bordir dan sulaman, persiapan alat dan bahan untuk membordir dan menyulam, Membuat macam-macam tusuk dasar bordir dan jarum sulam,Membordir dengan berbagai tekhnik bordir, pengembangan motif bordir dan sulaman serta Praktek menyulam dan membordir. Kegiatan workshop ini dihadri oleh tim pengabdi, ketua lembaga  Keterampilan, Kepala lembaga Kegiatan Belajar serta 15 orang anak jahit yang berasal dari lembaga kegiatan. Ada penambahan jumlah Anak jahit dilembaga ini, yang awalnya 7 orang menjadi 15 orang. Fasilitas pembelajar tim pengabdi bekerjasama dengan Sanggar Kegiatan Belajar Kota Payakumbuh, untuk sarana pembelajaran, transportasi, konsumsi serta akomodasi peserta disediakan oleh tim pengabdi.